09-02-2010 23:13:22  Ambisius: Tak Selalu Negatif

article details   

“Ambisius banget, sih, lo?!”

“Makanya, jadi orang jangan terlalu ambisius!”

“Makan tuh ambisi!”


Pernah ‘dicap’ dengan perkataan seperti di atas? Yang dianggap terlalu ambisius, punya ambisi terlalu besar, atau apalah…  Kesannya ambisius itu negatif banget, deh! Entah kenapa, ambisi sering disalah tafsirkan sebagai sesuatu yang negatif atau buruk. Pokoknya harus dijauhi dalam menjalani hidup. Bikin orang jadi alergi untuk memiliki ambisi. Padahal…  nggak selamanya ambisi itu buruk. Justru dengan memiliki ambisi kita bisa mengetahui arah hidup kita. 


Kenali ‘Ambisi’ Lebih Dekat

Ambisi berasal dari bahasa Inggris, ambition – yang berarti desired to achieve something atau will to success. Jadi ambisi adalah keinginan untuk mencapai sesuatu atau kemauan untuk mencapai sukses. Terlihat jelas, arti ambisi bermakna positif, bukan sebaliknya. Sedangkan ambisius menunjuk pada orang yang memiliki ambisi.

 

Bisa dikatakan ambisi merupakan penunjuk arah hidup kita. Karena itu, ambisi (sesungguhnya) penting dimiliki. Ambisilah yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin diraih dalam hidup ini. Bisa jadi, tanpa ambisi, seseorang seolah-olah tidak melakukan apapun.


Dipengaruhi Beberapa Faktor Berbeda

Setiap orang pasti memiliki ambisi yang berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai pola asuh dari kecil, pengaruh pada masa perkembangan, lingkungan sosial di sekitar, atau saat ‘berkutat’ di work zone.  


Contohnya, Mahatma Ghandi - seorang pemimpin besar India yang terkenal arif dan bijaksana pun mengakui bahwa dirinya berambisi. Ghandi berambisi menjadi pemimpin politik karena didorong faktor lingkungan. Nurani Ghandi terusik ketika melihat ketergantungan India terhadap kolonial Inggris dalam berbagai segi kehidupan. Karena itu, beliau berani meninggalkan karier gemilangnya di bidang hukum dengan penghasilan mapan, untuk mencapai ambisinya menjadi pemimpin politik demi memajukan berbagai segi kehidupan India.


Sisi Positif Ambisi 

Ambisi diperlukan agar kita semangat dan termotivasi dalam melakukan apapun. Kita berambisi untuk segera menyelesaikan kuliah, maka kita akan termotivasi untuk rajin belajar agar cepat lulus kuliah. Begitu juga ketika sudah mulai bekerja. Persaingan dalam berkarier semakin kompetitif. Oleh karena itu, ambisi dibutuhkan untuk membuat kita tergerak maju. 


Dalam buku “Think and Grow Rich” disebutkan kurang ambisi adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kegagalan seseorang. Kurang ambisi, maka jalan mencapai tujuan jadi tersendat-sendat, akibat tidak memiliki motivasi. Akhirnya karena terlalu lamban, seseorang pun menemui kegagalan. Nah, ambisi tidak selalu berarti sesuatu yang negatif, bukan? 


Bahaya Ambisi: Bisa Jadi Racun

Ada ‘yin’ pasti ada ‘yang’. Begitu juga dengan ambisi. Ada sifat positif pasti ada sifat negatif. Ambisi bisa berubah jadi ‘racun’ jika ketika mewujudkan ambisi, seseorang menjadi terlalu obsesi, sehingga ambisinya berlebihan dan tak jarang sampai menghalalkan segala cara. Tak heran, jika akhirnya orang yang berambisi ‘dicap’ buruk.


Kita bisa melihat ambisi sudah berlebihan melalui reaksi dari orang lain. Contoh, saking berambisi mendapatkan nilai bagus, kita jadi memaksa teman sekelompok terus-menerus mengerjakan tugas itu. Padahal masih banyak tugas lain yang harus dikerjakan per individu. Karena terlalu memaksa, teman-teman sekelompok justru mengerjakan dengan setengah hati dan mulai menjauhi kita. 


Selain reaksi dari orang lain, tubuh kita juga ‘pintar’ menunjukkan bahwa ambisi kita sudah berlebihan. Dibebani tugas untuk mewujudkan ambisi, tubuh jadi lupa istirahat. Alhasil, fisik mendera dan mental tertekan. Karena itu, kita perlu memiliki batasan dalam mengejar ambisi. Pastinya dengan mempertimbangkan lingkungan, nilai-nilai moral, norma-norma yang berlaku, lingkungan sekitar kita, dan yang paling penting: kondisi diri sendiri. (DKP)

 
Lifestyle advertising
Lifestyle advertising
Lifestyle advertising
Lifestyle advertising
Lifestyle advertising
Lifestyle advertising