| 20-02-2011 16:33:49 MAGIC ‘UNDERGROUND’ |
Berpetualang ke bawah laut pasti sudah biasa. Bagaimana kalau sekarang kita berpetualang ke bawah tanah?! Begitu mendengar kata ‘bawah tanah’, pasti yang terbesit di pikiran adalah kesan horor dan menyeramkan. Nah, pada edisi kali ini, kita akan menjelajahi kawasan menakjubkan sekaligus mengerikan yang ada di bawah tempat kita berpijak, alias bawah tanah! Siapa yang sudah pernah mendengar tentang Catacombs? Catacombs tersebar di beberapa daerah di penjuru dunia. Mulai dari Austria, Spanyol, Irlandia, Ukraina, Inggris, Perancis, Italia, Malta, Peru, hingga Mesir. Namun, kita hanya akan fokus pada Catacombs yang berada di negara Perancis, tepatnya di kota Paris. Saking terkenalnya, tempat Catacombs of Paris digunakan sebagai tempat syuting film yang berjudul sama yaitu Catacombs. Lalu, apa sih sebenarnya Catacombs itu sendiri? Catacombs adalah terowongn bawah tanah kuno buatan manusia yang biasanya digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir ataupun sebagai tempat persembunyian saat perang dunia. Selain itu, Catacombs juga digunakan untuk pertemuan berbagai kepercayaan-kepercayaan yang sampai sekarang masih diragukan kebenarannya. Hal ini dikarenakan di dalam Catacombs tersebut terdapat banyak simbol-simbol mistis yang belum diketahui kegunaannya. Catacombs of Paris bukanlah kuburan bawah tanah biasa, melainkan sebuah Ossuary - tempat ditaruhnya tulang-belulang manusia. Sebelumnya, jasad manusia tersebut dibakar terlebih dahulu di sebuah kuburan sementara, lalu setelah beberapa tahun sisa tulang-belulangnya dipindahkan di Ossuary tersebut.
Setelah itu, masih banyak lagi jasad-jasad yang diletakkan di Catacombs tersebut, di antaranya jasad orang-orang yang tewas pada kerusuhan di Place de Greve, Hôtel de Brienne, dan Rue Meslée. Pada masa Perang Dunia ke-II, para anggota French Resistance menggunakan jalur bawah tanah ini sebagai tempat bersembunyi dari pasukan Nazi. Walaupun tempat ini terkesan seram dan mistis, tapi tempat ini tetap menjadi pilihan bagi sebagian turis untuk melengkapi liburan mereka di kota Paris. Setiap harinya, tempat ini dibatasi hanya boleh dikunjungi 200 pengunjung (bisa berubah sewaktu-waktu). Durasi perjalanan melintasi bawah tanah ini adalah 45 menit dengan jarak tempuh 2 kilometer. Tidak jauh berbeda dengan Catacombs, Mary King’s Close di kota Edinburgh, Skotlandia, adalah jalanan bawah tanah yang menyeramkan. Dari legenda yang beredar, banyak orang yang meninggal dan disemayamkan di tempat ini pada abad ke-17. Ada pula cerita tentang hantu anak kecil bernama Annie yang dibuang oleh orangtuanya tahun 1645 di sini. Saat berkunjung atau melakukan tur di Mary King’s Close, banyak pengunjung yang merasa tangan atau kakinya ditarik-tarik oleh seseorang yang tak terlihat. Satu tips untuk berkeliling aman di tempat ini, jalan terus, jangan pernah menengok ke belakang walau apa pun yang terjadi. Terutama saat ada “kekuatan” aneh yang terasa mendekat. Wuiihhh, seram amat! (Dini Kinanti) |

Pada akhir abad ke-17, banyak warga Paris meninggal akibat polusi pembakaran yang tidak sempurna oleh pabrik-pabrik di Perancis (era revolusi industri). Akibatnya, jumlah pemakaman tidak memadai lagi. Letnan Jenderal Polisi Alexandre Lenoir yang pertama kali mencetuskan untuk menggunakan L’Ossuaire Municipal - yang awalnya hanyalah terowongan bawah tanah biasa - menjadi sebuah Ossuary pada tahun 1786-1787.





