23-01-2010 20:49:30  Jalan - Jalan Bandar Baru

article details   
Halo semuanya, kali ini kita akan berjalan-jalan di negeri sendiri, tepatnya di Bandar Baru, 1 jam dari kota Medan. Memang terdengar membosankan karena Bandar Baru hanyalah sebuah kota kecil yang telah sering kita kunjungi, tapi eits… jangan lepaskan pantauan dari objek wisata lainnya yang terdapat disini. Greenhill City, Dewi, dan Permandian Sembahe telah menjadi pemandangan rutin di Bandara Baru, tapi siapa sangka, dibalik itu semua ternyata ada sebuah objek wisata alam yang sungguh eksotis dan luar biasa yang terletak di dalam hutan lindung di daerah ini. Masyarakat sekitar menyebutnya “Sungai Dua Warna”. Hmm? Dua warna?

Ya. Itulah yang membuat kami serombongan penasaran dan bersemangat, dan untuk itu kami yang terdiri dari 21 orang mulai mempersiapkan semua backpack dan menuju ke lokasi tersebut. Lokasinya persis di samping kanan Jalan Jamin Ginting, Bandar Baru, kurang lebih 300 meter dari Greenhill City. Kesan pertama saat kami memasuki sebuah gapura adalah, hmm.. mungkin hanya tempat yang biasa-biasa saja, seperti layaknya Hashing yang biasa kami lakukan. Tapi, setelah mendapat arahan dari guidenya, kami pun seketika berpikir ulang, dan siap memasuki perjalanan ini.

Perjalanan ini memang sangat melelahkan dan menantang, karena harus berjalan kaki menelusuri hutan selama 2-3 jam untuk sampai ke tempat yang kami tuju. Memang saya harus menarik perkataan saya bahwa tempat ini biasa saja, karena ternyata di hutan ini kita dapat merasakan alam yang sesungguhnya. Udaranya yang sangat segar dan suasananya yang rindang, serta yang paling melengkapi suasana alam ini adalah kicauan burung-burung dan suara khas dari siamang hutan. Pecinta alam dan Adventure Trackers harus memasukan tempat ini dalam list mereka, karena selain medannya yang menantang, panoramanya pun sungguh indah.

Mendaki bukit, lewati hutan, sungai mengalir indah, alam yang bersahabat merupakan kata-kata yang tepat menggambarkan perjalanan ini. Dan ketika kami sampai di tempat tersebut, wah….. saya hampir kehilangan kata-kata untuk menjelaskan betapa megah dan indah tempat ini.

Pernah mendengar cerita lama yang menceritakan putri raja yang mandi di kolam surga? Kalau pernah, maka mungkin ini adalah tempatnya. Daerah ini sangat luar biasa karena terdapat dua air terjun yang sangat unik dan spesial, karena pada air terjun pertama, air yang dipancarkan berwarna biru muda dengan temperatur dibawah 10 derajat celcius, sedangkan pada air terjun lainnya, berwarna bening dengan temperatur seperti air biasa. Sungguh ciptaan yang sangat luar biasa dari Tuhan YME!

Konon air terjun ini terjadi akibat letusan Gunung Sibayak ratusan tahun silam yang membentuk aliran sungai yang di aliri sulfur (belerang). Air belerang tersebut pun menyatu dengan partikel–partikel air sungai dari resapan hutan sehingga berubah warna menjadi biru. Anehnya, air terjun berwarna biru tersebut tidak mengeluarkan bau belerang.

Ketika saya berjalan sedikit ke daerah sungai dari aliran air terjun ini, akhirnya saya mengetahui mengapa masyarakat menyebutnya Sungai Dua Warna, karena di daerah hulu, tepatnya 20-30 meter dari air terjun, kedua aliran air terjun ini bertemu dan bercampur sehingga sungai pun menjadi berwarna putih keruh dan merupakan fenomena alam yang fantastis.

Ketika saya duduk termenung ditemani suara air terjun dan udara segar ini, saya pun kembali berpikir dan berkata dalam hati, ”Semoga ini merupakan situs yang dapat dikembangkan dan dapat terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar untuk memajukan pariwisata di negeri ini”. Satu lagi, jika Anda menikmati hijaunya alam, lestarikanlah! Jangan membuang sampah sembarangan, memetik atau merusak tumbuhan serta yang paling utama adalah jangan membuang plastik sembarangan karena kita tidak mau melihat air surga ini menjadi air keruh dan kotor seperti neraka? Hahaha…. Salam travel!!! (Kiriman Hartono Moe)
 
Travel advertising
Travel advertising
Travel advertising
Travel advertising
Travel advertising
Travel advertising
Travel advertising