| 22-02-2012 13:01:08 Ada Uang, di balik Cinta |
Membahas tentang relationship ternyata perlu juga menyelipkan fenomena duit. Masalah siapa-yang-bayar mempunyai pengaruh besar terhadap kelancaran sebuah hubungan! Ladies, sadar nggak kalo selama ini istilah “cewek matre” jauh lebih famous dibanding “cowok matre”? Malah zaman baheula pernah dibikinin lagunya segala. Eh…! How come? Merasa hal ini sebagai penghinaan atau merasa ketahuan? Ah, jadi pengen tau … emangnya yang kaum adam sebut sebagai cewek matre tuh yang kayak gimana sih? Sebelumnya coba kita simak pengalaman saya baru-baru ini. Saat sedang mengantri di loket bioskop, tanpa sengaja terdengarlah percakapan sepasang anak muda yang berdiri tepat di depan saya. Begini bunyinya: Si cowok: Sayanggg… Si cewek: Hmmm … (nada manis manja dan minta dibelai) Si cowok: Mau nonton “300” aja nggak? Si cewek: Ah kamu! Aku maunya nonton “The Last Kiss” aja! (berubah garang) Si cowok: Haha … Iya, iya, kan aku cuma nanya. Persis di depan loket, mereka memesan dua karcis studio yang memutar film pilihan si cewek. Guess what? Ternyata si cowok yang membayar. Sampai di situ masih bisa dimaklumi. Ternyata emang udah jalan suratan untuk saya menulis tentang pasangan muda tadi, karena nggak lama kemudian lagi-lagi saya berdiri tepat di dekat mereka ketika akan membeli cemilan! Si cowok: Pop corn-nya boleh aku mintain extra butter ya? Si cewek: Yah, aku nggak mau ah! Kamu beli baru lagi aja deh, yang … Maka si cowok pun membeli pop corn baru. Guess what? Kedua pop corn itu pun dibeli dengan uang si cowok! (Kalo gue jadi dia, udah gue siram butter tu cewek). Menjadi saksi bisu kedua peristiwa yang sarat ‘intimidasi’ itu jelas membuat saya menarik kesimpulan sinis, “Matre gilaaa…”
Well, gimana pernah ngalamin hal kayak gitu? Saya pernah donggg (bangga?). Nggaaak, maksudnya bukannya matre gitu! Saya baru sampe tahap bingung dan bertanya-tanya, kira-kira kalo minta dibayarin nonton gue disebut matre nggak ya? Kalo gue minta makan di mall dan bukannya di hotdog pinggir jalan, gue dikatain matre nggak ya? Yah rasanya masih normal aja. Lagian kan emang tugas pacar buat “modalin” kita! Tapi hati-hati aja jangan sampe kelewat batas dan masuk ke matre zone… 1. Uang … Lagi-lagi Uang! Cowok bisa menilai apakah cewek itu matre atau tidak dari pandangannya terhadap uang. Kalau si cewek menganggap uang sebagai prioritas dan mengukur segalanya dengan uang, maka nggak heran ia dikatain materialistis. 2. Banyak Maunya Waktu permintaannya dipenuhi, datang permintaan kedua. Setelah itu berbondong-bondong datang permintaan ketiga…keempat..keratusan, keribuan. Istilah vintage-nya, “dikasih hati minta jantung”. Waw! “Gue udah curiga sama pacar gue (sekarang mantan) waktu pertama kali jadian. Baru seminggu jadian, doi minta dikasih kado blazer Zara. Berhubung masih baru, masih anget, ya gue seneng-seneng aja. Eh lama-lama kok makin banyak maunya, trus makin mahal pula!” begitu testimoni Rikky DM, one of my good friend yang berprofesi sebagai script writer salah satu stasiun TV. 3. Merek-nya Apa? Ketika diberi sesuatu, yang pertama diperhatikan adalah tag harga atau mereknya. Selain itu, saat belanja dan diminta memilih sendiri, seorang cewek matre langsung mengambil branded stuffs yang harganya “murah meriah”. Sampai ia mendapatkannya, si pacar sudah pasti dilimpahi senyum manis, pelukan yang berlimpah, serta ucapan terima kasih yang mengundang tangis haru. Sebaliknya, kalau dirasa barang pemberian pacar “biasa”, ia akan terlihat kurang puas. Ucapan terima kasih pun cuma ala kadarnya, plus senyum terpaksa. Ouch! 4. Naik Apa? Kalo diajak jalan-jalan, si matre selalu bertanya, “Naik apa?” Kalo jawabannya naik Rolls-Royce dua pintu, ia akan terlihat bersemangat dan cerah ceria. Namun bila dibilang naik bajaj, si cewek langsung sakit perut dan males-malesan. Ternyata sifat “males diajak susah” itu dianggap sekeluarga sama “matre”. Jalan kaki dikit, mengeluh pegal linu. Maunya serba nyaman. Prinsip hidup yang diusungnya ini membuat kaum pria merasa gondok dan langsung memberi cap matre. By the way, masih inget kendaraan roda tiga yang namanya bajaj kan? Bajaj sekarang udah kerenan deh, ada space buat masang iklan di bodynya! (for your information abisss!) 5. “Selektif” Biasanya orang matre itu nggak “murahan” dalam menjalin pertemanan. Maunya bergaul dengan kalangan atas aja. Sikapnya dalam bergaul juga bisa menunjukkan apakah ia matre atau tidak; super ramah pada orang yang dianggapnya punya kelas sosial tinggi, namun bersikap antipati bila berkenalan dengan orang yang dianggapnya nggak selevel. Lagi-lagi Rikky yang pernah punya pengalaman seperti ini. “Gue pernah naksir sama satu orang. Trus kayaknya dia tahu kalo gue lagi PDKT. Tapi dia cuek banget, gue nggak pernah dianggep. Suatu hari dia pernah nanya-nanya tentang penghasilan gue sebulan ke teman-teman. Eh, begitu tahu jumlahnya, gantian malah dia yang getol deketin gue! Ketauan bangettt,” cerita Rikky gemas. 6. Habis Manis Sepah Dibuang Seseorang yang tidak mau disebut namanya membagi pengalaman buruk tentang cewek matre. “Waktu dia lagi morat-marit, gue selalu menanggung biaya hura-huranya. Makan, nonton, jalan, belanja, semua gue. Tapi begitu keuangannya membaik, dia mutusin gue dan jalan sama cowok yang lebih tajir. Siaul!” kata Erick (perasaan tadi nggak mau disebut namanya) Well, ladies, itu dia sederet kelakuan yang dianggap matre oleh cowok. Salah satu…atau malah semuanya, jangan-jangan melekat pada diri kita? Hiyahlooo… Nggak lah, jangan sampe. Matre-matre dikit nggak papa ah asal jangan kelewatan ya…(krik..krik..). Spread your love guys! (Jossie) |







