22-02-2012 12:59:56  L.O.V.E

article details   

Yang namanya L.O.V.E (cinta, kasih) berkaitan erat dengan tindak kebaikan. Luar biasanya, kata yang terdiri dari empat huruf ini mempunya sebuah “misi” yang mulia dan menakjubkan. Di mana ada orang kedinginan dan kepahitan, cinta kasih akan membawa kehangatan dan kegembiraan.


Dunia kita ini seharusnya menjadi tempat yang membuat kita kerasan, tempat persahabatan dan kedamaian, tempat sesama manusia hidup bahagia bersama tanpa ada isu SARA sama sekali. Tanpa cinta kasih, mustahil semua itu akan terwujud. Kebaikan hati adalah aspek lain dari cinta kasih yang paling membangkitkan semangat.


Lihat dunia kita ; banyak orang yang hidup dalam kekurangan, baik yang hidup di pinggiran sungai maupun yang hidup dalam apartemen mewah mentereng. Banyak orang ditindas sesamanya. Kita sering melihat orang kecil menangis, karena hidup yang susah dan penyakit. Namun tidak jarang juga melihat orang kaya yang terus-menerus murung karena merindukan persahabatan.


Orang yang hidup cukup pun bisa jadi tampak jauh dari kebahagiaan. Banyak orang takut sengsara, takut akan kematian, dan tidak punya semangat hidup. Kita juga sering menjumpai orang-orang yang terasing, dijauhi, patah hati, yang mengharapkan kehadiran teman dan pengertian, tetapi mereka tidak mendapatkannya. 


What a life! Di mana-mana banyak berita tentang kekerasan, konflik, dan pertikaian antar masyarakat. Hidup seakan-akan tidak berarti karena banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi. Orang-orang menjadi putus asa dan akhirnya hidup pun kacau.


Ada orang yang kuat dan bertahan dalam imannya. Di sisi lain, ada orang yang bingung dan tidak bisa berbuat positif. Kita seringkali tidak mengerti mengapa Tuhan membiarkan segala hal yang tidak baik terjadi. Akhirnya banyak yang berpaling, meninggalkan Tuhan, dan mementingkan diri sendiri. Tapi kita sering tidak sadar, dalam keadaan kecewa dan jatuh, kita merindukan kehadiran Tuhan.


Berapa banyak orang yang kehilangan harapan dan kebahagiaan? Apakah kita termasuk? Bila dijumlahkan, maka akan terjalin sebuah tali panjang yang tanpa ujung. Murung, stress, penuh beban, dan hampir tanpa senyum. Kalau melihat orang seperti itu, seharusnya kita merasa sedih. Seringkali kita terlalu sibuk mengurus diri sendiri sehingga melupakan orang lain yang hidup di dekat kita. Tembok sopan santun bagaikan memisahkan kita dengan orang lain.


Di sinilah kebaikan hati mempunyai misi. Dalam setiap hati manusia ada kecenderungan kuat akan cinta kasih, akan persahabatan, perikemanusiaan, dan pengertian. Tetapi, kita sering terlalu sibuk dan lupa membagikan kebaikan hati kepada sesama kita. Many times, kita menjadi makhluk yang ‘kaku’ akibat terbelenggu oleh tugas dan kehidupan pribadi kita.


Saya sopan dan hormat kepada orang lain, tapi pada waktu bersamaan saya kehilangan keramahan yang sesungguhnya. Di balik keseriusan, hati kita sering tak acuh terhadap kebutuhan orang lain. Penampilan kita seharusnya ditandai dengan kegembiraan dan simpati yang hangat.


Sosok Tuhan, yang selalu hadir menyertai kita dan melimpahkan kasih-Nya, seharusnya tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari. Tercermin dalam perbuatan-perbuatan yang kita lakukan terhadap orang lain.


Kita, sebagai bagian dari dunia yang menjadi sumber kehidupan banyak orang, harus menjadi cinta kasih dan membawa berkat bagi sesama, seperti yang kita alami bersama Tuhan. Kita harus menjadi tanda bahwa Tuhan ada di tengah-tengah manusia di dunia ini dengan cinta-Nya yang begitu besar. Dengan begitu orang-orang akan sadar bahwa mereka diciptakan untuk kegembiraan. Mereka seharusnya bisa mendapat kebahagiaan dari kita! 


Saling mencintai dan mengasihi, itulah salah satu tujuan kita hidup di dunia. Mengasihi orang lain merupakan langkah awal bagi kita untuk memperoleh kebahagiaan diri. Bila Anda hanya bahagia sendirian, maka ada yang kurang dalam sesuatu yang anda sebut kebahagiaan itu! Kita baru benar-benar bisa bahagia bila kehidupan dan perbuatan kita membawa sukacita untuk orang lain.


Bila kita semua belajar menyalurkan cinta kasih dalam tindakan konkret, maka akan timbul harapan dalam hati setiap orang dan kehangatan dalam hidupnya, serta pelan-pelan mereka dapat mengatasi kebimbangan dan kesusahan. How big is the power of love and kindness!




 
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising