23-04-2010 10:50:20  SMS Bisa Bikin Putus!

article details   

Zaman sekarang sudah serba canggih - apalagi yang namanya teknologi komunikasi. Kita bisa dengan mudah berhubungan sama orang-orang tersayang dan terdekat anytime, anywhere! Entah melalui panggilan telepon, pesan singkat di messenger, ataupun rangkaian kata puitis di text message (SMS).


Nah, bagi yang ‘hobi’ mengirim pesan melalui SMS, harus hati-hati, nih! Soalnya, terlalu sering mengirim SMS justru dapat membuat hubungan asmara retak dan bubar di tengah jalan! Nah lho? Kok bisa? Mengirim SMS memang mempermudah komunikasi antara kita dan pacar. Tapi jangan pernah mengirim SMS kalau…..


....baru kenal!

Buat para lelaki, mengirim SMS ketika baru saja mengenal doi sih nggak masalah. Tapi, bagi para wanita, jangan ‘nekat’! Memang, sekarang sudah zaman emansipasi sehingga wanita menjadi lebih berani, spontan, dan lebih aktif dalam menjalin sebuah hubungan. Namun bukan berarti wanita langsung ‘hiperaktif’ mengirimkan SMS bertubi-tubi, kan? Cobalah untuk memasang sifat jinak-jinak merpati. Buat doi terpesona dan penasaran dengan kita. Jangan SMS doi terlalu sering sehingga doi tertarik dengan sosok kita yang misterius. Ya… Sok jual mahal dikitlah… Dijamin doi makin penasaran!

 

....lagi marah!

Kalau sudah masuk ke tahap memadu kasih, yang namanya pertengkaran pasti tak dapat dihindari. Ketika emosi jiwa melanda, tanpa ba-bi-bu, kita pasti langsung menelpon doi dengan intonasi tinggi atau mengirimkan kata-kata kasar melalui SMS. Eitss… Sabar… Tarik nafas sebentar… 


Tahan emosi kita dan hindari bertengkar dengan doi lewat telepon ataupun SMS. Masalah kita tak akan terpecahkan dengan baik jika kita tidak berhadapan langsung, face-to-face. Dengan begitu, kita bisa mendengar baik-baik intonasinya, melihat tajam pada bening matanya, serta menilai kejujuran dari setiap ucapan dan tingkah lakunya. Nah, kalau lewat ‘perantara’, yang ada malah miscommunication. Bisa makin berabe hubungan kita!


....lagi sensitif!

Sudah ’dari sononya’ kalau wanita adalah makhluk yang (harusnyaaa) lebih sensitif. Apalagi pada masa-masa pra-menstruasi, wiihh... sensitivitas wanita lebih tinggi! Karena itu, sebaiknya para wanita tidak merengek atau merajuk pada doi. Tunjukkan bahwa kita adalah sosok yang tegar dan mandiri. Sesekali menunjukkan sikap manja boleh-boleh saja, tapi jika terlalu sering doi malah jadi bosan. So… try to be ‘stronger’!


….mengirimnya nggak kira-kira!

Siapa sih yang nggak bosan dan jenuh membaca lalu harus membalas SMS yang terus menerus datang tak kunjung henti bagaikan badai? Walaupun kita adalah orang yang dicintai doi, bukan berarti seluruh waktunya menjadi ‘milik’ kita. Setidaknya berikan waktu untuk doi menikmati waktu dan aktivitasnya sendiri. Biar bagaimanapun, sebuah hubungan asmara terdiri dari dua individu yang berbeda. Jadi wajar donk, kalau punya kegiatan dan kesibukan masing-masing?  


Bayangkan jika setiap menit, kita menerima SMS “Sayang… kamu di mana? Sama siapa? Langi ngapain?” Pasti kita sangat terganggu kan? Niatnya mau memberikan perhatian, eh… malah mengganggu konsentrasi. Perhatian boleh, tapi sesuai ‘kadar’-nya. Dengan memberikan kebebasan yang bertanggung jawab bagi doi, maka hubungan kita akan jauh lebih baik lagi. (DKP/ Berbagai Sumber)




 
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising
Love and relationship advertising