| 23-11-2011 00:26:03 7 Top Famous Failed Fake Death |
Bayangkan…kamu sedang terlilit hutang dan dikerjar-kejar oleh debt collector, belum habis masalah, kamu mendapat telepon kalau pacarmu hamil dan meminta pertanggungjawaban What would you do? And then kamu mendapat ide cermerlang. People don’t chase dead man, right? Memulai hidup baru dengan teman-teman baru di lingkungan yang baru bukanlah ide buruk bukan? Atau pernahkah kamu ingin mengetahui siapa saja yang akan menghadiri pemakamanmu? Apakah istriku datang? Apakah anak-anakku akan datang? Mari kita lihat mereka yang sudah “coba-coba”: 1. Timothy Dexter Dexter adalah seorang bisnisman Amerika yang kaya raya serta memiliki usaha ekspor alkitab. Suatu saat ia mendapat ide gila. Dexter berpura-pura mengadakan upacara pemakaman atas dirinya, hanya demi “kepo” ingin tahu reaksi para pengunjung. Berkat status sosial dan relasinya “selama ia hidup”, 3000 orang menghadiri upacara tersebut. Semua berjalan lancar hingga tiba-tiba ditengah sesi, Dexter bangkit dan memarahi istrinya. Rupanya menurut Dexter, istrinya “kurang menangis dengan sungguh-sungguh.” 2. John dan Anne Darwin
Pusing dengan utang yang mencapai puluhan ribu poundsterling, Darwin mencari jalan pintas. Ia terakhir terlihat mendayung kano pada 21 Maret 2002 di Seaton Carew, Hartlepool, Inggris. Di hari yang sama Darwin dinyatakan hilang. Pencarian besar-besaran dilakukan, namun hanya bangkai kapalnya yang ditemukan. Pada Febuari 2003, secara legal John dinyatakan “meninggal” dimana istrinya, Anne mendapat akses dana asuransi suaminya. Dengan uang tersebut, mereka sanggup membayar utang dan memulai hidup baru di Panama. Pada 1 Desember 2007, John datang ke kantor polisi berpura-pura hilang ingatan. Kasusnya kembali dibuka dan polisi mulai melakukan penyelidikan. Kebohongannya terbongkar setelah secara tidak disengaja, diketemukan foto John, Anne dan seorang agen property Panama di internet. Foto tersebut berasal dari tahun 2006 dan dapat diketemukan di website movetopanama.com. Selain itu foto tersebut dapat dicari di google image hanya dengan mengetik “John”, “Anne” dan “Panama.” Apes sudah deh. Lagian pura-pura mati kok masi mau nampang di publik? 3. Ken Kesey
Ken adalah penulis buku Amerika yang terkenal dengan “One flew over the Cuckoo’s Nest.” Setelah beberapa publikasi, Ken mulai menggunakan narkoba. Pada tahun 1965, ia ditangkap atas kepemilikan mariyuana. Ken dengan bantuan teman-temannya berhasil melarikan diri dan memalsukan kematiannya. Ken memarkir truknya di tepi jurang dan meninggalkan secarik suicide note palsu. Ia diselundupkan ke Meksiko dan tinggal selama 8 bulan. Semua berjalan lancar, namun Ken melakukan kesalahan fatal. Mengira dirinya sudah tidak dicari lagi, ia memutuskan kembali ke Amerika. Ia pun ditangkap dan dipenjara selama 5 bulan. Sudah aman kok nyari masalah? 4. Bennie Wint
Bennie memiliki hidup yang bermasalah. Merasa sulit lepas dari ikatan narkoba dan hubungannya dengan South Carolina drug ring, ia memutuskan untuk memulai lembaran baru dalam kehidupannya dengan cara berpura-pura meninggal. Ketika berlibur dengan tunangannya di pantai pada bulan September 1989, ia berpura-pura tenggelam dan menghilang. Setelah meninggalkan tunangan dan anaknya yang berumur 4 tahun dari pernikahan sebelumnya. Bennie memulai hidup baru di North Carolina dengan nama baru Bill Sweet. Ia menikah dan mempunyai anak laki-laki. Tidak ada yang tahu identitas aslinya hingga secara tak sengaja ia dihentikan karena pelanggaran lalu lintas pada tahun 2009 lalu. Sidik jarinya diketemukan sama dengan sidik jari Bennie Wint. Tak bisa mengelak, ia lalu menceritakan kebenaran kisahnya. 5. Allen Kirk Wolford
Don’t underestimate pekerjaan seperti funeral home director. You can do more than you could imagine! Allen Kirk Wolford adalah funeral home director di Colorado Springs yang mencoba membuat sertifikat palsu demi menghindari pembayaran $42,000 untuk child support dan $7,000 untuk student loans. Setelah menemui berbagai kejanggalan dalam sertifikat kematiannya, Wolford akhirnya berhasil “diciduk dari kubur.” 6. Dorothy Johnson & Twila McKee
Kisah yang satu ini memang bikin gemes. Dorothy Johnson (kiri) dan anaknya Twila McKee(kanan) ditangkap pada Agustus 2003 dengan tuduhan insurance fraud dengan klaim bahwa mereka berdua tewas dalam serangan WTC 9/11. Keduanya mencoba mengambil keuntungan sebesar $135,000 dari asuransi tersebut. Ada satu kesalahan fatal yang dilakukan keduanya. Asuransi klaim Johnson tertanda 23 September 2001. Artinya mereka mengirim komplain 12 hari setelah mereka “tewas.” 7. Gandaruban Subramaniam
Subramaniam lari dari Singapura pada tahun 1987 lantaran gagalnya bisnis sewa mobilnya, kejaran penagih hutang dan pencuci uang illegal. Untuk itu, ia berpura-pura tewas dalam sebuah konflik senjata yang terjadi di Sri Lanka. Setelah berhasil mendapat sertifikat kematian palsu, keluarganya berhasil mendapat hampir $250,000 uang asuransi. Dengan paspor palsu Sri Lanka, Subramaniam dapat kembali ke Singapura berkali-kali, bahkan sampai menikahi lagi istrinya yang berstatus “janda” pada tahun 1994 dan memiliki seorang anak laki-laki (yang merupakan anak keempatnya) dua tahun kemudian. Subramaniam akhirnya tertangkap pada tahun 2007, ketika mencoba masuk ke Singapura dengan paspor palsu. Ketahuan juga akhirnya! |













