| 23-01-2010 20:56:19 Ken Kutaragi - Father of Sony PlayStation |
Siapa yang nggak kenal PS alias PlayStation? Konsol permainan grafis buatan Sony itu digemari para maniak video game seantero dunia. Namun di balik itu semua, tak banyak yang tahu kalau seorang bernama Ken Kutaragi adalah ‘sumber terpenting’ dalam membentuk generasi PlayStation. Siapa sangka, anak yang dibesarkan dari keluarga biasa mampu menciptakan sebuah sistem permainan yang begitu fenomenal. Keluarganya hidup dengan mengelola bisnis sendiri, yaitu sebuah usaha percetakan. Ken Kutaragi lahir di Tokyo, Jepang pada 8 Agustus 1950. Kutaragi kecil dikenal sebagai anak rajin dan berotak encer. Di sekolahnya, ia adalah murid yang selalu mendapatkan nilai sempurna. Selain itu, ia juga suka mengutak-atik barang mekanik, sering membuka mainan miliknya dan melihat bagaimana mainan itu bekerja. Well done! Dari sifat ingin tahunya itulah, membawa ketertarikan Kutaragi pada elektronika hingga dewasa. Ia pun langsung mengambil jurusan elektronika di Denki Tsushin University. Usai menyandang gelar insinyur elektronika, Kutaragi bekerja di perusahaan raksasa elektronika Jepang, Sony. Di sana reputasi Kutaragi meroket. Ia dikenal sebagai problem solver nan handal. Proyek-proyek yang ditanganinya pun selalu gemilang, termasuk proyek penciptaan Liquid Crystal Displays (LCDs) dan digital cameras. Working in Secret Ketertarikannya merakit konsol permainan berawal pada akhir 1980-an, saat ia melihat puterinya memainkan sebuah Famicom milik Nintendo. Instingnya pun langsung mencium potensi bisnis video games. Tapi sayang, saat itu eksekutif Sony kurang tertarik. Semangat Kutaragi yang membuncah bertepuk sebelah tangan. Namun, kreativitas Kutaragi itu tercium Nintendo - perusahaan konsol permainan yang kini menjadi pesaing nomor satu Sony. Saat Nintendo menawarkan pekerjaan untuk membuat sebuah wave-table sound chip 16-bit system, Kutaragi tak kuasa menolak. Diam-diam, Kutaragi mengerjakan secret project itu. Lalu, didesainlah sebuah chip SPC700. Ternyata pihak Sony mencium hasil kerja itu. Kutaragi nyaris dipecat, beruntung CEO Sony, Norio Ohga langsung turun tangan. Bahkan beliau tetap mendukung Kutaragi and keep his job. One of The 100 Most Influential People Setelah itu, Kutaragi meminta Sony untuk membiayai sebuah riset pembuatan Super NES CD (teknologi yang diaplikasikan untuk PS). Saat ambisi itu diragukan kalangan eksekutif Sony, sekali lagi Norio Ohga mendukungnya. Pada tahun 1990-an, akhirnya Sony secara resmi meluncurkan PlayStation. Nggak perlu waktu lama, PlayStation langsung terkenal dan mendatangkan banyak keuntungan untuk Sony. Pada eranya, PlayStation langsung melejit dan mengalahkan dua pemain besar konsol permainan: Nintendo dan Sega. Playstation pun mampu menyumbang 40% dari pendapatan Sony. Kesuksesan itulah yang membawa Kutaragi menjadi President and CEO of Sony Computer Entertainment pada 1997. Hingga 18 Mei 2004, Sony telah memproduksi 100 juta PlayStation dan PSOne ke seluruh dunia. Disusul dengan kesuksesan PlayStation 2, PlayStation Portable (PSP), dan kini the latest console in the series, PlayStation 3. Kesuksesan Kutaragi dengan konsolnya memasukkan dirinya menjadi salah satu dari 100 orang paling berpengaruh pada tahun 2004 versi majalah TIME dan the “Gutenberg of Video Games”. Namun pada tahun 2005, dia turun dari Board of Directors dan menjadi Head of Consumer Electronics Sony. Pada tahun 2007 dia mengundurkan diri dari Sony dan menikmati masa pensiunnya. Kabarnya kini Kutaragi tengah membentuk sebuah perusahaan teknologi jaringan di Tokyo, Cyber Ai Entertainment. “Salute and thanks to Ken Kutaragi yang telah menelurkan idenya hingga merubah dunia hiburan elektronik.” (iskandar/berbagai sumber) |








