| 17-09-2009 11:53:46 'SURVIVOR' Karya Seni Performance Terbaru Oleh Seniman Kontemporer Asia-Australia Dadang Christanto |
‘Survivor’ adalah performance seni terbaru oleh Dadang Christanto yang merupakan karya utama dalam pameran tunggalnya di Gallery 4A beberapa waktu lalu. Karya ini merepresentasikan dampak dari malapetaka yang diciptakan manusia, khususnya bencana lumpur tragis di daerah Sidoarjo, Jawa Timur.
Karya seni ini yang akan dibuka pada tanggal 15 Agustus di Gallery 4A tersebut menggalang sekitar 30 sampai 40 sukarelawan. Seluruh partisipan mengisi ruang gallery dalam keheningan, ditutupi lumpur sampai batas leher dengan menggenggam foto-foto korban yang hilang. Karya besar yang sangat kuat dan signifikan ini untuk pertama kalinya diluncurkan di Australia setelah sebelumnya dipamerkan tahun 2007 di Jakarta. Tiga tahun yang lalu, lumpur vulkanik panas mulai menyembur dari sumur pengeboran migas di Sidoarjo dan sampai saat ini, sedikitnya 11 desa di Jawa Timur telah hilang terendam tanpa jejak. Minat Dadang pada bencana besar ini berelasi dengan karya sebelumnya tentang trauma kehilangan ayahnya pada masa rezim Suharto sepanjang 1960an. Dalam konteks bencana ini, luapan lumpur telah menghilangkan desa-desa sekitar secara bertahap. Direktur Gallery 4A, Aaron Seeto, menjelaskan, “Keseluruhan sejarah sebuah desa – tentang cerita ruang hidup dan masa depannya yang kini terkubur dibawah lumpur. Di satu sisi karya Dadang adalah suatu konfrontasi politik tetapi juga merupakan satu pengalaman puitis yang mengingatkan kita akan kerapuhan manusia dan penghapusan identitas dalam wacana bencana.” Sekilas Tentang Dadang Christanto
Dadang telah ikut serta dalam dua Asia-Pacific Triennials di Queensland Art Gallery, juga telah berpameran di beberapa Contemporary Asian Art museum di wilayah Asia, termasuk Queensland Art Gallery, Brisbane; Fukuoka Museum of Modern Art, Fukuoka; Museum of Contemporary Art, Tokyo; Kwangju Biennale (2000) dan Venice Biennale (2003), dan Art Gallery of New South Wales, Sydney. Pada 1997, Dadang menerima penghargaan dari Pollock-Krasner Foundation untuk pencapaian artistiknya. |








