17-09-2009 10:44:36  FESTIVAL INDONESIA CANBERRA BERLANGSUNG SANGAT MERIAH

article details   


Festival Indonesia yang digelar pada tanggal 15 Agustus 2009 sebagai salah satu rangkaian acara perayaan HUT RI ke-64 di KBRI Canberra berlangsung sangat meriah. Bertempat di halaman KBRI Canberra, kegiatan pesta masyarakat yang dikemas dalam bentuk Festival ini merupakan yang kedua kalinya digelar dan dihadiri lebih dari 2.000 pengunjung dari masyarakat Indonesia di Canberra dan sekitarnya, warga Australia dan kalangan Korps Diplomatik, termasuk para Duta Besar negara-negara sahabat dan pejabat pemerintah Australia. 


Acara yang digelar sejak pukul 10 pagi hingga 4 sore tersebut dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI. Dalam sambutan singkatnya, Dubes Primo Alui Joelianto menyampaikan antara lain maksud penyelenggaraan Festival Indonesia selain dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-64, juga sebagai sarana promosi keragaman seni dan budaya Indonesia serta produk barang dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Australia. 


Disamping itu, melalui Festival ini, diharapkan dapat lebih menumbuhkembangkan saling pengertian di antara masyarakat kedua negara. Dubes RI juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan perkembangan kondisi dan situasi domestik Indonesia yang sudah kembali normal, aman dan terkendali pasca serangan bom di Jakarta bulan lalu.   


Acara Festival ini dibuka dengan pertunjukkan grup band anak muda Black Note yang terdiri dari staf KBRI dan pelajar Indonesia di Australia yang membawakan lagu-lagu Top-40 diikuti dengan penampilan musik saxophone tunggal oleh Saut Situmorang. Selain itu, ditampilkan pula lagu-lagu Sumatera Utara yang dinyanyikan oleh kelompok Horas Batak, musik keroncong yang dibawakan oleh staf KBRI serta musik oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di Australian National University (ANU).


Pengunjung dibuat terpukau dengan penampilan Tari Manuk Rawa oleh para penari dari Sanggar Tari Isti dan Tari Tarunajaya yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia, Gede Adnyana. Selain dari Bali, ditampilkan pula Tari Saman dari Aceh yang dibawakan oleh para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) ACT. Selain tarian, Festival turut dimeriahkan pula dengan pertunjukan Angklung oleh mahasiswa Indonesia dan Australia yang tergabung dalam organisasi SELAI (Indonesia-Australia Language Exchange Society) yang memainkan musik Waltzing Matilda dan Burung Kakatua dibawah asuhan Eris Sugiatna.   


Suasana semakin semarak dengan pertunjukan pagelaran busana (fashion show) bertema batik yang menampilkan para model yang terdiri dari mahasiswa Indonesia dan Australia dan staf KBRI serta sebagai bintang tamu Dubes Primo Joelianto beserta Ibu Susilowati, dengan busana batik formal maupun smart casual.  Selain itu, juga ditampilkan pagelaran busana tenun ikat yang dibawakan oleh para siswa Australian Defence Force Academy (ADFA) dan para murid dari berbagai sekolah High-school dari Melbourne, serta tarian Line Dance yang dibawakan oleh para anggota Dharma Wanita KBRI Canberra.  


Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan Tari Indang yang dibawakan para pelajar Hughes Primary School dan Tari Gembira oleh para siswa Yarralumla Primary School, serta pidato Bahasa Indonesia oleh siswa dari Narabundah College dan Australian Defence Force Academy (ADFA). Daya tarik pengunjung untuk hadir pada Festival ini tidak dapat dilepaskan dari sajian sepuluh gerai yang menjajakan makanan, minuman dan jajanan pasar khas Indonesia dari dua restoran Indonesia di Canberra yaitu Sanur Balinese Restaurant dan Indocafe, masyarakat Indonesia, Dharma Wanita Persatuan, dan Bali Bagus Restaurant dari Melbourne.


Para pengunjung juga memadati gerai non-makanan, seperti gerai handicraft milik Dharma Wanita Persatuan, gerai Trash & Treasure yang menyajikan barang-barang bekas dan baru, gerai pameran foto Indonesia oleh Fotografer professional Refi Mascot dan gerai Australia Indonesia Association (AIA) yang menarik minat 14 pendaftar anggota baru. Guna memberikan pelayanan kekonsuleran kepada masyarakat Indonesia, Fungsi Protkons KBRI turut membuka gerai “Warung Konsuler”.



Dalam acara Festival ini, KBRI juga bekerjasama dengan organisasi Nusa Tenggara Association (NTA) dan Sokola Rimba melakukan penggalangan dana bagi pengembangan pendidikan di daerah Nusa Tenggara dan sekolah bagi suku pedalaman yang diadakan oleh Sokola Rimba melalui penjualan raffle ticket dengan berbagai hadiah menarik dari sponsor dan donatur, antara lain dua buah tiket pesawat ekonomi untuk Sydney-Jakarta/Denpasar pp dari Garuda Indonesia dan Netfare Travel, serta hadiah lainnya dari Duta Besar RI DAN para staf KBRI. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar kurang lebih A$ 2,104 (dua ribu seratus empat dollar Australia) atau senilai Rp 17 juta.      


Secara keseluruhan, penyelenggaraan Festival Indonesia KBRI Canberra semakin meriah baik dalam jumlah pengunjung maupun animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerai pameran makanan/handicraft yang tahun ini mampu menghasilkan jumlah transaksi sekitar A$ 18,000 (atau setara Rp 145 juta) dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan minat masyarakat Australia yang tinggi terhadap seni budaya maupun kuliner dari Indonesia. Sebagai komitmen atas keberhasilan Festival Indonesia yang kedua ini, KBRI Canberra menetapkan Festival ini sebagai annual event guna mempromosikan Indonesia sekaligus memperkaya kehidupan sosial budaya masyarakat Canberra yang multikultur. (KBRI)

 
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising