24-05-2009 00:48:25  LIPUTAN PERTH - Sukses Laskar Pelangi di Perth

article details      
Wajah perfilman Indonesia yang konon semarak dengan topik “cinta melulu” dan film-film horor yang sudah menjadi konsumsi rakyat Indonesia belakangan ini, kini boleh berbangga kembali dengan diproduksinya film “Laskar Pelangi” yang disutradarai oleh Riri Riza. Film ini mengangkat kisah tentang anak-anak tidak mampu dari desa Belitung yang mempunyai semangat dan niat untuk sekolah. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun ikut terkesima dengan adanya film yang mendidik rakyat Indonesia khususnya pelajar yang akan menjadi masa depan Indonesia. Beliau pun memberikan beasiswa untuk para pemeran anak-anak yang ada di film Laskar Pelangi karena pembawaan dan penjiwaan mereka yang begitu besar dan dapat menghenyut hati para penonton.

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) pun turut ikut andil dalam kedatangan film ini, alhasil Mbak Mira Lesmana selaku produser dari MiLes (Mira Lesmana) Production dan sang sutradara Riri Riza diundang untuk menayangkan film ini di Australia. Laskar Pelangi pada akhirnya sepakat ditayangkan di tujuh kota bagian di Australia oleh PPIA, termasuk Darwin, Brisbane, Sydney, Canberra, Adelaide, Melbourne dan kunjungan terakhir adalah Perth, Western Australia. PPIA di Western Australia yang menayangkan film pada tanggal 26 April 2009 lalu menyambut dengan sangat baik kedatangan mereka sehingga tiket pun hampir terjual habis lewat promosi pemasangan poster dan pembagian selebaran ke beberapa Universitas dan restoran Indonesia.

Beberapa penonton dari mancanegara ikut meramaikan acara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Philipina, dan penduduk lokal Perth, Western Australia. Beberapa pelajar Indonesia di Perth pun terhenyut dengan film ini. “This movie is totally different from the other Indonesian movies that I have watched before, yang isinya cinta-cinta aja!” Kata Paloma dan teman-temannya yang bersekolah di Perth. Salah satu penduduk Brunei pun berkomentar “I like the way they present the natural Indonesian culture and how they mixed the Indonesian language with Melayu (one of the Indonesian dialects), it’s very interesting”.

Ferad Moedahar selaku ketua PPIA-WA beserta teman-teman PPIA-WA lainya pun bekerja sama untuk menyukseskan penayangan film Laskar Pelangi di Perth. Dengan dukungan dari Indonesian Consulate di Perth beserta organisasi lainnya yang bereksistensi di Perth seperti Pemuda Pancasila akhirnya penayangan film ini berjalan dengan lancar. Mbak Mira Lesmana dan Riri Riza yang memberikan kata sambutan di akhir acara mengakui bahwa kerjasama antara MiLes Production dan PPIA sudah berlangsung lama dan sangat baik. Mereka pun memberikan tanggapan yang positif atas sambutan yang hangat dari pelajar Indonesia di Australia.

Film ini pun dapat menjadi pelajaran yang dapat semua pelajar Indonesia di Australia, seperti yang terucap oleh salah satu scene Laskar Pelangi bahwa ilmu tidak bisa dinilai dari angka, namun dari hati, niat dan ketulusan untuk belajar. “Masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak mampu bersekolah, sudah sepatutnya pelajar Indonesia di Australia menyadari diri mereka yang beruntung untuk dapat bersekolah tinggi di negara lain” tutur salah satu penonton di akhir session. Mbak Mira menambahkan “Kami (MiLes production) bekerja sama dengan Children Foundation Association untuk membimbing anak-anak ini (pemeran film) untuk melanjutkan sekolah setinggi-tingginya”. Setelah menonton film ini sudah sepatutnya kita merasa keberuntungan yang kita miliki saat ini adalah kesempatan besar yang dapat kita manfaatkan untuk diri kita sendiri dan bangsa Indonesia di masa depan. (Ratih Suryahutamy)
 
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising
Liputan advertising