| 23-03-2012 15:25:17 Peresmian Gedung Gereja IPC Randwick |
Tanggal 10 Maret lalu menjadi lembaran bersejarah bagi jemaat IPC (Indonesian Presbyterian Church)-Randwick. Peresmian Gedung Gereja IPC-Randwick yang baru selesai diperluas dirayakan dengan khusuk dalam sebuah ibadah liturgi yang bertempat lokasi gereja di di 94 Houston Rd, Kingsford. Pdt Joni Stephen sebagai Gembala Sidang dibantu Pdt Joe Mock sebagai Associate Minister memimpin ibadah dan mengajak jemaat untuk menaikkan pujian syukur serta membacakan ayat kitab suci yang diambil dari Mazmur 136. Selain untuk merayakan peresmian gedung baru, acara tersebut juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-23 IPC. Sehabis mengadakan pengakuan iman rasuli, pujian sempat dirayakan dengan musik tradisional Indonesia. Seperti ketika lagu How Great Thou Art diangkat, musik tradisional angklung digunakan sebagai media. Penyampaian firman dibawakan oleh Dr. Paul Logal (diterjemahkan oleh Rev. Joe Mock) yang juga merupakan wakil dari Presbyterian Church seluruh Australia. Beliau membawakan thema “Giving Thanks to God” yang berisi pesan bahwa semua yang terjadi adalah berkat kasih karunia Allah sehingga perluasan gedung gereja yang dimulai sejak tahun 2010 tersebut telah selesai. Menurutnya juga, Tuhan membuka jalan seiring dengan pertumbuhan kuat jemaat IPC-Randwick.
Acara ini tidak hanya menjadi kebanggaan jemaat Kristiani IPC saja, Dalam acara yang sama, Konsulat Jenderal Gary M Jusuf menyampaikan rasa bahagianya dan selamat ulang tahun ke 23. Tak lupa beliau menekankan bahwa KJRI selalu ada bagi jemaat IPC bila mereka membutuhkan pertolongan. Ia juga tak sungkan-sungkan mempersilahkan jemaat menggunakan wisma Indonesia bila ingin mengadakan acara kekeluargaan. Sebuah Perjalanan Iman IPC Randwick adalah gereja Presbiterian Indonesia pertama yang diakui oleh Perserikatan Presbiterian Seluruh Australia. Sebagai salah satu gereja Indonesia tertua, IPC adalah buah dari visi gereja Randwick Presbyterian Church yang ingin melayani semua orang dari berbagai bangsa. Pdt. David Silas adalah seseorang warga Indonesia yang terpanggil untuk menjalankan visi tersebut. Beliau bersama beberapa pendeta lain mulai memimpin kebaktian dalam bahasa Indonesia di gereja Randwick Presbyterian. Kebaktian pertama dimulai pada tanggal 25 Maret 1979 dan dihadiri 54 orang. Pertumbuhan jemaat Indonesia dari tahun 1980-1987 membuat beberapa pemimpin berpikir akan perlunya sebuah gereja yang dipimpin dan diatur langsung oleh orang Indonesia. Keinginan ini pun disampaikan pada Rev. John Bracht yang saat itu menjadi pemimpin Randwick Presbyterian Church dan Majelis RPC. Setelah melalui pergumulan dan sejumlah persyaratan ketat, maka pada tanggal 1 Juli 1988, IPC secara resmi terbentuk dan menggunakan Randwick Presbyterian Church sebagai tempat ibadah. Seiiring dengan kemandirian dan pertumbuhan jemaat. IPC memperluas kebaktiannya di St Stephen Anglican Church, Eastlake (2003) dan terakhir St George Presbyterian Church di Kingsford. (2005). (Johan) |







